Berbekal Pengalaman Kelola 30 Bengkel, TJM Repair & Repaint Center Buka Peluang Kemitraan Nasional

KotaBekasiNews.Com | Jakarta | Bisnis | – TJM Repair & Repaint Center resmi membuka program kemitraan (partnership) sebagai langkah strategis untuk memperluas jaringan layanan body repair dan repaint di berbagai daerah di Indonesia. Program ini dikembangkan berdasarkan pengalaman perusahaan dalam mengelola jaringan 30 bengkel serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbaikan kendaraan yang profesional, modern, dan terstandarisasi.

Baca Juga: MediaPatriot.co.id Resmi Dimuat di Kompas.com   •   Advertorial & Kerja Sama: [email protected]

Owner Braychiho mengatakan pengalaman mengelola puluhan bengkel menjadi modal utama dalam membangun sistem kemitraan yang siap diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, pengembangan jaringan bukan semata-mata mengejar jumlah outlet, tetapi memastikan seluruh mitra memiliki standar operasional, kualitas pengerjaan, serta pelayanan yang seragam sehingga mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan di setiap daerah.

“Kami tidak ingin sekadar membuka banyak outlet. Yang paling penting, setiap outlet punya standar kerja, kualitas pengerjaan, dan pelayanan yang sama. Sistemnya harus siap agar mitra juga lebih mudah menjalankan bisnisnya,” ujar Braychiho.

Program kemitraan ini terbuka bagi investor, pemilik bengkel, pemilik lahan, pelaku usaha otomotif, maupun pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis body repair dan repaint. TJM menawarkan konsep kemitraan yang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan karakteristik pasar, luas lahan, serta kemampuan investasi di masing-masing daerah.

TJM menyediakan tiga pilihan model kemitraan. Model pertama adalah Body Repair Center, yang berfokus pada layanan perbaikan bodi kendaraan dan pengecatan (repaint), mulai dari perbaikan panel, bumper, penyok, lecet, hingga pekerjaan body repair ringan maupun menengah. Konsep ini cocok diterapkan pada lokasi dengan luas lahan yang terbatas namun tetap mampu menghadirkan layanan body repair secara lengkap.

Model kedua adalah Body Repair & General Workshop, yaitu konsep yang menggabungkan layanan body repair dan repaint dengan bengkel umum. Selain perbaikan bodi kendaraan, outlet juga melayani servis mesin, kaki-kaki, rack steer, AC, sistem kelistrikan, hingga layanan pendukung lainnya. Konsep ini mengusung slogan “Satu Kunjungan, Semua Beres.”

Sementara itu, model ketiga adalah Flagship One-Stop Automotive Repair & Repaint Center, yang menawarkan layanan otomotif secara menyeluruh. Selain body repair dan repaint, outlet flagship juga menyediakan restorasi kendaraan, detailing, coating, anti karat, hingga inspeksi kendaraan secara komprehensif. Konsep ini ditujukan bagi wilayah dengan potensi pasar otomotif yang besar dan terus berkembang.

Braychiho menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga calon mitra tidak diwajibkan menggunakan konsep yang sama. Fleksibilitas tersebut diharapkan mampu memberikan peluang usaha yang lebih luas sekaligus memudahkan proses pengembangan bisnis sesuai kondisi masing-masing wilayah.

“Kami memahami bahwa kebutuhan setiap daerah berbeda. Karena itu, calon mitra tidak harus memakai satu konsep yang sama. Model bisnisnya bisa dipilih sesuai kondisi lokasi, potensi pasar, dan rencana pengembangan masing-masing,” jelasnya.

Sebagai bagian dari program kemitraan, TJM memberikan pendampingan kepada mitra sejak tahap awal, mulai dari survei dan analisis lokasi, penyusunan desain outlet, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem operasional, standar quality control, hingga pelatihan teknisi dan customer service.

Selain itu, TJM juga memberikan dukungan di bidang branding, pemasaran, persiapan grand opening, serta evaluasi operasional setelah outlet mulai beroperasi. Salah satu keunggulan layanan yang diterapkan adalah sistem inspeksi kendaraan hingga 265 titik pemeriksaan, sehingga kondisi kendaraan dapat dianalisis secara lebih menyeluruh sebelum dilakukan proses perbaikan.

Meski membuka peluang kemitraan secara nasional, TJM menegaskan bahwa proses seleksi calon mitra akan dilakukan secara bertahap. Kesiapan lokasi, potensi pasar, serta kemampuan operasional menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum kerja sama dijalankan agar kualitas layanan tetap terjaga.

Calon mitra juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi terlebih dahulu mengenai lokasi, konsep outlet, kebutuhan investasi, hingga strategi pengembangan bisnis sehingga memperoleh gambaran yang lebih komprehensif sebelum memulai usaha.

Melalui program ini, TJM Repair & Repaint Center berharap dapat membangun jaringan bengkel body repair modern yang tidak hanya berkembang dari sisi jumlah outlet, tetapi juga mampu menjaga kualitas layanan secara konsisten di seluruh Indonesia serta memberikan peluang usaha yang berkelanjutan bagi para mitranya.

“Kami ingin membuka peluang bagi investor dan pelaku usaha otomotif untuk mengembangkan bisnis repair dan repaint sesuai potensi pasar di daerahnya, dengan sistem dan pendampingan yang sudah kami siapkan,” tutup Braychiho.

(Redaksi)

( Sumber: kotabekasinews.com )

Jangan Lewatkan

News Feed