Kolaborasi Saraswati Learning Center Bersama Jakarta Youth For Performing Arts Di Theater Usmar Ismail

Kotabekasinews.com — Jakarta — Siswa Saraswati Learning Center tampil sebagai pembuka acara saat pementasan seni tari dan lagu bersama komunitas anak muda kreatif, Jakarta Youth For Performing Arts, di theater Usmar Ismail Jakarta Selatan Kamis (20/06/2019).
Pementasan seni tari dan lagu ini dirangkaikan dengan pelelangan 17 buah lukisan indah bagi para peserta. Hasil lelang lukisan akan disumbangkan untuk biaya pendidikan bagi anak autis dan down syndrom yang kurang mampu. Tahun ajaran baru SLC akan membuka kesempatan bagi anak yang kurang mampu untuk dididik di Saraswati. SLC juga berencana akan membuka sekolah yang lebih luas di lokasi lain agar lebih banyak lagi siswa yang bisa tertampung.

Penampilan siswa SLC di Theater Usmar Ismail membuat mereka lebih percaya diri karena bisa tampil seperti anak-anak lainnya.

Penampilan selanjutnya diisi para remaja kreatif yang terinspirasi dengan kehidupan pribadi pelukis terkenal Van Gogh , semua lagu dan dialog ditampilkan dengan bahasa Inggeris. Terlihat antusias para penonton karena hampir semua kursi terisi, tepuk tangan penonton riuh terdengar.

Mengambil tema “Still Life” kolaborasi Jakarta Youth For Performing Arts dan The Saraswati Learning Center benar- benar memukau penonton . Gemulai tari serta dialog yang menggambarkan perjuangan Van Gogh dalam memulai karirnya sebagai pelukis penuh lika liku. Akhirnya karya yang dihasilkan diakui dunia walaupun dirinya seorang yang berkebutuhan khusus dan dianggap kurang normal di lingkungannya.

“Kami dari Saraswati sangat mengapresiasi penampilan luar biasa ini. Kolaborasi antara generasi milenial dengan anak- anak berkebutuhan khusus. Kami akan memasuki tahun ajaran baru dengan siswa- siswa baru termasuk yang kurang mampu. Semoga lebih banyak lagi yang peduli dengan keberadaan anak – anak autis dan down syndrome, bukan diabaikan tapi dirangkul dengan diberi pendidikan khusus agar tak jadi beban masyarakat. Kelak setelah menempuh pendidikan dan terapi psikologi di Saraswati mereka bisa hidup mandiri di tengah- tengah masyarakat,” ungkap Reshma Wijaya selaku kepala sekolah serta pendiri SLC saat ditemui di sela-sela pementasan.
(ayu)

Related posts

Leave a Comment